Selamat malam
Hmm..
Sebelum aku tidur malam
ini, entah kenapa, pikiranku terbawa melayang jauh, flashback setahun ke belakang.
Kembali pada masa-masa Ko-As.
Mungkin karena sudah
seminggu ini tidur dengan nyaman di kamarku, jadi teringat masa-masa tidur
secara nomaden, apalagi kalau bukan pada saat PKL (Praktek Kerja Lapangan).
PKL pertama yang saya
alami adalah di Teaching Farm, Kedamean, Gresik. Disini kami akan belajar
mengenai sapi potong, sapi perah, kambing, domba, rusa dan proses pembuatan
semen beku. Selama 12 malam
berturut-turut, saya dan teman-teman putri sekelompok berjumlah 7 orang, tidur
dengan posisi pindang-pindangan. Ya, tahu kan posisi pindang kayak gimana? Kalau
masih belum tahu silahkan googling atau carilah posisi pindang di pasar J. Apalagi dengan hawa Gresik yang cukup Hot,
baik siang maupun malam, semakin membuat kami ‘mboh-piye-carane-ben-iso-turu’. Mulai
dari menyalakan kipas blowernya Caca, matikan lampu kamar ala Hana. Ya Allah,
senyum-senyum sendiri kalau ingat masa-masa itu.
PKL kedua bertempat di
desa Sendang, Tulungagung. PKL kali ini bertema Hewan Besar, boleh sapi/kuda. Di
desa Sendang ini, kami memilih di KUD Tani Wilis, yang bergerak di produksi
susu dari Sapi Perah. Yeay. Kelompok kami dibagi menjadi dua bagian, memilih
Kuda, bertempat di DENKAVKUD Parongpong Bandung. Ya, mau mencari kitab suci
sekalian mereka. Berjalan ke arah barat. Yang saya sukai di Desa Sendang ini
adalah posisinya termasuk pegunungan yang berarti hawanya cukup dingin daaan
bonus pemandangan hijauan sejauh mata memandang. Yuhuuu.. walaupun dinginnya kadang
masih membuat kami meringkuk dibalik selimut hahaha tapi saya amat menyukainya.
*. Kali ini kami menginap dirumah warga yang memang di sewakan untuk mahasiswa
PKL.Disini partner sleeping beauty saya selama 30 hari adalah Ema, ehe. Sementara
Caca bobok sama Fitri.
PKL ketiga pindah
deket pantai, di Paciran, Lamongan. Yes, benar, di Maharani Zoo dan Goa. Kami mendapat
jatah untuk belajar tentang Satwa Liar yang merupakan satu paket Ko-As Klinik. Lagi-lagi
menghabiskan 13 hari ditempat panas *lapkeringet*. Berteman lagi dengan kipas
angin *ayeee*. Mulai lagi ritual seperti di TF, nyalakan KIpas, matikan lampu. Kami kos di Bintang Maharani yang
merupakan pntu belakang dari MAZOLA. 6
jam sebelumnya kami berada di kos yang lain, karena suatu dan lain hal akhirnya
kami pindah kos :’D. Partner Saya bobok? Hana. Ehe.
PKL keempat merantau
ke Ibukota. Jakarta. Selama 27 hari akan kami habiskan melanglang buana di
Ibukota. Entahlah dari jadwal PKL Karantina dan Kedinasan, membuat kami
menginjakkan kaki di semua bagian Jakarta. Jakarta Selatan, Jakarta Utara,
Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. Seminggu awal bobok di Jakarta
Utara, di kos-kosan karyawan, seminggu seharga Rp. 600.000,- dihuni kami
berempat, saya, Fitri, Hana dan Nita. Kami pun membeli kipas angin di pasar
dekat kos, karena hawa hawa panas, yang tidak berbeda nyata dengan Lamongan dan
Gresik. Berikutnya kami berpisah dan berjanji untuk pulang bersama-sama 14 hari
kemudian di Bandara Soekarno Hatta. Saya, Hana, Ardi dan Mas Ardi pindah ke
daerah Bambu Apus, Jakarta Timur untuk melanjutkan PKL Kedinasan.
![]() |
| Alumni FKH Unair, 1994, 1998, 2000, 2008, 2011 ayeee |
Alhamdulillah
kami diberikan mess yang ber-AC, Alhamdulillah. Kipas yang kami beli apa kabar?
Hehe. Saya berikan satpam, kan soalnya sudah ada AC *huuu* dan teman-teman kami
melanjutkan PKL di Bekasi, tidak memungkinkan membawa-bawa kipas tersebut. Saya
sekamar (lagi) sama Hana. Berkunjung ke berbagai tempat di Jakarta yang sering
saya liat di tipi-tipi :D Mulai dari MONAS *udah nggak kebagian tiket ke Puncak
Api karena kesorean*, Tanah Abang *liat-liat, dan ini guude bianget*, Taman
Margasatwa Ragunan *teringat 10.000 langkah selama tiga hari berturut-turut,
karena pintu gerbang dan Pos Pelayanan Jauuh sekali, pingin sewa sepeda, tapi
pas kita dateng jam 07.00 pagi masih belom buka, dan sore pas kita mau pulang,
kiosnya hamper tutup T.T*, main ke Grand Indonesia *meet up sama teman-teman
SMA, ih keren rantaunya jauh biyanget* dan Kota Kasablanka Mall, Mallnya para
Artis, katanya, tapi kita ngga beli apa-apa disana, beli gorengan aja sih,
itupun didepannya KoKas*, mampir di Taman Ismail Marzuki, nonton Jungle Book,
numpang pipis dan Sholat. Yang menyenangkan di Kota Tua, secara gak sengaja
ketemu teman SMA yang tujuannya sama ehe. Jadilah mbuntut dia sebagai petunjuk
arah. Sayangnya ga sempat mempir ke museum-museum yang disana. Lagi-lagi karena
kesorean. The last mampir di TAMINI dong, tempat kami tuker kendaraan, dari
angkot pindah naik Transjakarta. Ehe.
![]() |
| Ikut pemeriksaan Duck Down (Bulu bebek) sebelum di ekspor ke Luar negeri... |
![]() |
| Suatu Senja di Monas... |
![]() |
| Ragunan |
![]() |
| Laboratorium Kesmavet Bambu Apus |
![]() |
| Museum BI, ala-ala sibuk |
![]() |
| RPH Cakung, meet mas Pras FKH '07 (tiga dari kiri) |
![]() |
| Belakang kamiii... |
PKL kelima atau PKL
terakhir, di daerah Barat lagi. Alhamdulillah. Daerah dingin, Caringin, Bogor.
Kami akan PKL unggas disini, karena sistemnya dibagi-bagi, ada yang dapet di
Farm, ada yang Hatchery. Kebetulan saya dan Ema (lagi) berdua PKL di Hatchery,
yang saya Tanya ke beberapa pendahulu *ehe, maksudnya yang pernah PKL disini*,
tempatnya enak, nggak begitu kotor, dekat dengan peradaban. Menghabiskan 29
Hari di Bogor, 7 hari terakhir Puasa Ramadhan, begitu menyenangkan, dengan
rutinitas, doa bersama pukul 07.00 dan berakhir pukul 16.00, karyawan yang baik
hati dan banyak lah yang membuat betah. Sempat main di Kebun Raya Bogor, Masjid
Agung Bogor, Kedai Kita, nyobain Seblak di Bogor, asinan *yang ternyata nggak
asin, tapi asem, but enak sekali*, main ke rumah Puspa *temen sekelas, rumahnya
Bogor*, nyobain Es Duren, Rujak Bebeg, minum susu dan meet up sama teman SMA di
Momo Milk Barn.
















Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan berikan komentar :D demi terciptanya blog yang aman, damai dan sejahtera #eeeh