Time is Running

Sabtu, November 05, 2016

Bobok Nomaden

Selamat malam
Hmm..
Sebelum aku tidur malam ini, entah kenapa, pikiranku terbawa melayang jauh, flashback setahun ke belakang. Kembali pada masa-masa Ko-As.

Mungkin karena sudah seminggu ini tidur dengan nyaman di kamarku, jadi teringat masa-masa tidur secara nomaden, apalagi kalau bukan pada saat PKL (Praktek Kerja Lapangan).

PKL pertama yang saya alami adalah di Teaching Farm, Kedamean, Gresik. Disini kami akan belajar mengenai sapi potong, sapi perah, kambing, domba, rusa dan proses pembuatan semen beku. Selama  12 malam berturut-turut, saya dan teman-teman putri sekelompok berjumlah 7 orang, tidur dengan posisi pindang-pindangan. Ya, tahu kan posisi pindang kayak gimana? Kalau masih belum tahu silahkan googling atau carilah posisi pindang di pasar J. Apalagi dengan hawa Gresik yang cukup Hot, baik siang maupun malam, semakin membuat kami ‘mboh-piye-carane-ben-iso-turu’. Mulai dari menyalakan kipas blowernya Caca, matikan lampu kamar ala Hana. Ya Allah, senyum-senyum sendiri kalau ingat masa-masa itu.



PKL kedua bertempat di desa Sendang, Tulungagung. PKL kali ini bertema Hewan Besar, boleh sapi/kuda. Di desa Sendang ini, kami memilih di KUD Tani Wilis, yang bergerak di produksi susu dari Sapi Perah. Yeay. Kelompok kami dibagi menjadi dua bagian, memilih Kuda, bertempat di DENKAVKUD Parongpong Bandung. Ya, mau mencari kitab suci sekalian mereka. Berjalan ke arah barat. Yang saya sukai di Desa Sendang ini adalah posisinya termasuk pegunungan yang berarti hawanya cukup dingin daaan bonus pemandangan hijauan sejauh mata memandang. Yuhuuu.. walaupun dinginnya kadang masih membuat kami meringkuk dibalik selimut hahaha tapi saya amat menyukainya. *. Kali ini kami menginap dirumah warga yang memang di sewakan untuk mahasiswa PKL.Disini partner sleeping beauty saya selama 30 hari adalah Ema, ehe. Sementara Caca bobok sama Fitri.


PKL ketiga pindah deket pantai, di Paciran, Lamongan. Yes, benar, di Maharani Zoo dan Goa. Kami mendapat jatah untuk belajar tentang Satwa Liar yang merupakan satu paket Ko-As Klinik. Lagi-lagi menghabiskan 13 hari ditempat panas *lapkeringet*. Berteman lagi dengan kipas angin *ayeee*. Mulai lagi ritual seperti di TF, nyalakan KIpas, matikan  lampu. Kami kos di Bintang Maharani yang merupakan pntu belakang dari MAZOLA.  6 jam sebelumnya kami berada di kos yang lain, karena suatu dan lain hal akhirnya kami pindah kos :’D. Partner Saya bobok? Hana. Ehe.



PKL keempat merantau ke Ibukota. Jakarta. Selama 27 hari akan kami habiskan melanglang buana di Ibukota. Entahlah dari jadwal PKL Karantina dan Kedinasan, membuat kami menginjakkan kaki di semua bagian Jakarta. Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. Seminggu awal bobok di Jakarta Utara, di kos-kosan karyawan, seminggu seharga Rp. 600.000,- dihuni kami berempat, saya, Fitri, Hana dan Nita. Kami pun membeli kipas angin di pasar dekat kos, karena hawa hawa panas, yang tidak berbeda nyata dengan Lamongan dan Gresik. Berikutnya kami berpisah dan berjanji untuk pulang bersama-sama 14 hari kemudian di Bandara Soekarno Hatta. Saya, Hana, Ardi dan Mas Ardi pindah ke daerah Bambu Apus, Jakarta Timur untuk melanjutkan PKL Kedinasan. 


Alumni FKH Unair, 1994, 1998, 2000, 2008, 2011 ayeee

Alhamdulillah kami diberikan mess yang ber-AC, Alhamdulillah. Kipas yang kami beli apa kabar? Hehe. Saya berikan satpam, kan soalnya sudah ada AC *huuu* dan teman-teman kami melanjutkan PKL di Bekasi, tidak memungkinkan membawa-bawa kipas tersebut. Saya sekamar (lagi) sama Hana. Berkunjung ke berbagai tempat di Jakarta yang sering saya liat di tipi-tipi :D Mulai dari MONAS *udah nggak kebagian tiket ke Puncak Api karena kesorean*, Tanah Abang *liat-liat, dan ini guude bianget*, Taman Margasatwa Ragunan *teringat 10.000 langkah selama tiga hari berturut-turut, karena pintu gerbang dan Pos Pelayanan Jauuh sekali, pingin sewa sepeda, tapi pas kita dateng jam 07.00 pagi masih belom buka, dan sore pas kita mau pulang, kiosnya hamper tutup T.T*, main ke Grand Indonesia *meet up sama teman-teman SMA, ih keren rantaunya jauh biyanget* dan Kota Kasablanka Mall, Mallnya para Artis, katanya, tapi kita ngga beli apa-apa disana, beli gorengan aja sih, itupun didepannya KoKas*, mampir di Taman Ismail Marzuki, nonton Jungle Book, numpang pipis dan Sholat. Yang menyenangkan di Kota Tua, secara gak sengaja ketemu teman SMA yang tujuannya sama ehe. Jadilah mbuntut dia sebagai petunjuk arah. Sayangnya ga sempat mempir ke museum-museum yang disana. Lagi-lagi karena kesorean. The last mampir di TAMINI dong, tempat kami tuker kendaraan, dari angkot pindah naik Transjakarta. Ehe.

Ikut pemeriksaan Duck Down (Bulu bebek) sebelum di ekspor ke Luar negeri...

Suatu Senja di Monas...

Ragunan

Laboratorium Kesmavet Bambu Apus

Museum BI, ala-ala sibuk

RPH Cakung, meet mas Pras FKH '07 (tiga dari kiri)

Belakang kamiii...

PKL kelima atau PKL terakhir, di daerah Barat lagi. Alhamdulillah. Daerah dingin, Caringin, Bogor. Kami akan PKL unggas disini, karena sistemnya dibagi-bagi, ada yang dapet di Farm, ada yang Hatchery. Kebetulan saya dan Ema (lagi) berdua PKL di Hatchery, yang saya Tanya ke beberapa pendahulu *ehe, maksudnya yang pernah PKL disini*, tempatnya enak, nggak begitu kotor, dekat dengan peradaban. Menghabiskan 29 Hari di Bogor, 7 hari terakhir Puasa Ramadhan, begitu menyenangkan, dengan rutinitas, doa bersama pukul 07.00 dan berakhir pukul 16.00, karyawan yang baik hati dan banyak lah yang membuat betah. Sempat main di Kebun Raya Bogor, Masjid Agung Bogor, Kedai Kita, nyobain Seblak di Bogor, asinan *yang ternyata nggak asin, tapi asem, but enak sekali*, main ke rumah Puspa *temen sekelas, rumahnya Bogor*, nyobain Es Duren, Rujak Bebeg, minum susu dan meet up sama teman SMA di Momo Milk Barn.







 jadi berapa hari saya tidur secara nomaden? Nomaden dalam artian nggak di SBY.. kalau dihitung selama di SBY sih sekitar 5 tahun 2 bulan :D


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan berikan komentar :D demi terciptanya blog yang aman, damai dan sejahtera #eeeh